Thia melihat jam tangannya , "Pukul 6.45, aku bisa telat!"
"Thi.., ini uang jajanmu, jangan lupa traktir teman-temanmu !" Ibunya memberikan uang Rp 100.000 an kepada Thia. Hari ini Thia berulang tahun, setiap ulang tahunnya dia memang biasa mentraktir teman-temannya. cepat-cepat dia menaruhnya kedalam dompet.
Cepat-cepat Thia mengambil sepedanya. Dia mengendarai sepedanya dengan satu tangan, karena tangan satunya sedang memegang roti yang belum habis dimakannya. Thia mengayuh sepedanya dengan sangat cepat dan terburu-buru, tiba-tiba didepannya ada sebuah batu yang agak besar. Tiba-tiba .... BRUUKK..
"Aaaahh ,, aduh .. sakit ... sekali .." Thia menjerit kesakitan. Tasnya terjatuh, terkena genangan air, karena tadi malam hujan.
"Aduh , tasnya pake basah segala lagi .. Aah ,, aaa .. bajuku juga kotor" Thia kembali melihat jam tangannya , pukul 6.53 , dia kembali menundukan kepalanya , terlihat lemas. Kemudian dia menuntun sepedanya, berjalan menuju sekolah , yang tidak jauh jaraknya dari sana.
Sesampainya Thia di sekolah , dia langsung di hukum habis-habisan. Dia disuruh mengelilingi lapangan 10 kali putaran , dengan kakinya yang sakit .
"Sial banget sih ! Cuma gara-gara bajuku kotor sama telat aja segininya ! Mana kakiku sakit lagi !"
Selesai mengelilingi lapangan , Thia langsung masuk kelas . Saat masuk kelas , dia langsung disoraki teman-temannya . Malu sekali rasanya .
"Thia silahkan duduk dibangkumu !" Suruh Bu Meli , guru Matematika Thia .
"Baik , bu" langsung Thia duduk ditempatnya. Disiapkannya buku Matematika , seketika itu , dia ingat sesuatu , Bu Meli langsung berbicara
"Baik anak-anak , silahkan kumpulkan pe-er kalian di meja guru ! yang tidak mengerjakan pe-er , istirahat nanti temui ibu di ruangan ibu !" Bu Meli langsung merapihkan peralatan mengajarnya dan bergegas keluar dari kelas .
"Mampus , ga ngerjain lagi ! Sial banget sih saya , gara-gara tadi malem nonton bioskop , jadi gini deh " Thia menepuk keningnya. Mulai gelisah . Kakinya bergetat-getar . Jantungnya berdebar-debar
"Abis ini pelajaran apa , Tik ?" tantya Thia pada Tika teman sebangkunya .
"Ulangan IPA!" jawab Tika ketus .
"Ko kamu ngomongnya ketus gitu sih ? Aaah iya , aku belum belajar lagi !" buru-buru Thia mengambil buku IPA nya dan mulai menghafal , tiba-tiba ... KREEEKK ...
"Selamat pagi anak-anak ..! Masukkan buku kalian , yang ada di meja hanyalah peralatan tulis aja !" Jantung Thia berdebar-debar . Bu Renni , guru IPA pun mulai membagikan lembar kertas soal dan jawaban .
"Sampai pukul sepuluh , lalu dikumpulkan dan diperiksa !" Haduhh .... Thia menjadi semakin gelisah saja , apalagi saat membaca soal ulangannnya .
"Oke , waktu habis , silahkan kumpulkan di meja guru !" kata Bu Renni , menyuruh anak-anak .
"Duuuhh ... jawabannya ngaco semua nih !" dengan pasrah , Thia akhirnya mengumpulkan kertas ulangannya .
SREETT .. SRREETT ... SSRRETT ..
"Oke yang ibu panggil , langsung kedepan dan ambil hasil ulangn kalian" huh .. jantung Thia kembali berdebar dengan sangat kencang . Sampai-sampai Tika mendengarnya
"Ayu 90 ... Salsa 97 ... Rian 84 ... Fitri 75 ... Thia ..." Bu Renni tak melanjutkan kata-katanya lagi . Thia pun maju kedepan dan menerima hasil ulangannya .
"Belajar lebih giat lagi ya naakk !"
"Aaahh ..." Thia tertunduk lesu .
KRIIINNNGG ...
"Baik anak-anak , sekian dari ibu " Bu Renni meninggalkan kelas ,
"Aduh .. kakiku nyut-nyutan lagi nih !" Thia memegang kakinya yang sakit bukan main . Semua anak-anak kelas sudah pergi ke kantin .
"Tumben , biasanya banyak yang mengajakkku pergi ke kantin bareng , sekarang kok jadi pada benci sama aku ya ?" tiba-tiba Thia ingat sesuatu .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar